Ilustrasi (Foto ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Semarang, Antara Jateng - Pakar hukum Universitas Diponegoro Semarang Lita Tyesta menilai ketidakadilan dalam penegakan hukum yang menimpa masyarakat kecil terjadi akibat tidak mendasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

"Sekarang ini kan banyak kejadian-kejadian yang menimbulkan keprihatinan, salah satunya berkaitan dengan persoalan penegakan hukum," kata Ketua Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Undip tersebut di Semarang, Jumat.

Ia mencontohkan kasus yang pernah terjadi beberapa tahun lalu yang menimpa Minah, seorang nenek yang tinggal di Banyumas, Jawa Tengah, yang diajukan ke meja hijau gara-gara mengambil beberapa buah kakao.

Padahal, kata dia, jika para aparat penegak hukum berpegang pada Pancasila sebenarnya persoalan itu tak perlu dibawa ke meja hijau, berawal dari kepolisian yang pertama kali menangani laporan kasus tersebut.

"Di satu sisi, orang kecil seperti Minah harus dihadapkan pada hukum karena kasus semacam itu, sementara di sisi lain para koruptor yang mengeruk uang rakyat dalam jumlah besar tak tersentuh hukum," katanya.

Belum lagi, kata dia, kasus memilukan yang baru saja terjadi, yakni menimpa seorang nenek tua di Jember, Jawa Timur yang dilaporkan oleh anak kandungnya ke polisi hanya gara-gara dituduh mencuri kayu.

"Kasus pencurian dalam keluarga semacam itu kan bisa diselesaikan secara damai. 'Masa' tega anak melaporkan ibu kandungnya sendiri ke polisi? Polisi kan juga bisa mengarahkan untuk diselesaikan damai," katanya.

Menurut dia, sejumlah kasus memilukan itu menjadi bukti semakin jauh ditinggalkannya nilai-nilai Pancasila yang menjadi sumber segala sumber hukum oleh masyarakat, termasuk kalangan penegak hukum.

Atas dasar keprihatinan itu, kata dia, Fakultas Hukum Undip berencana menggelar seminar yang membahas berbagai persoalan berkaitan dengan pengaktualisasikan Pancasila sebagai filosofi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Para tokoh penting akan mengisi seminar itu, antara lain Prof Arief Hidayat (Hakim Konstitusi RI), Prof Budi Susilo Soepandji (Gubernur Lemhanas), dan Revrisond Baswir (ekonom UGM Yogyakarta)," katanya.

Seminar bertema "Menjaga dan Mengaktualisasikan Pancasila Sebagai Filosofi 'Gronslag' dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" itu akan berlangsung pada Sabtu, 29 Juni 2012 di Hotel Patrajasa Semarang.

"Berbagai persepektif akan disampaikan oleh para narasumber, mulai dari hukum, ekonomi, hingga budaya. Untuk perspektif budaya akan disampaikan oleh K.H. Munif Muhammad Zuhri, Pengasuh Ponpes Giri Kusumo, Demak," kata Lita.

Editor : Zuhdiar Laeis